Siapa yang tidak kenal Afrika? Negara yang terletak di belahan bumi bagian selatan ini selalu identik dengan kemiskinan, perang sudara dan tentu saja tingkat kriminalitas dan penggunaan obat bius yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut membuat banyak orang lupa bahwa benua yang dihuni oleh sepertujuh dari penduduk bumi ( kedua terbesar setelah Asia)ini juga sangat berharga di mata Tuhan.
Perasaan yang sama juga terdapat di hati David O. Oyedepo. Dengan hati yang menyala-nyala , hamba Tuhan yang satu ini bertekat untuk mengubah komunitasnya. Lahir pada tanggal 27 September , 1954 dan memperoleh gelar Phd dari Universitas Honolulu di Hawaii, USA. Dengan jurusan Human Development, tidak tanggung-tanggung Oyedepo mengambil Afrika, tanah kelahirannya sebagai pengabdian hidupnya.
Memulai pelayanan pada tahun 1981, Oyedepo telah terlibat secara aktif dalam transformasi di Afrika. Setelah mengambil langkah iman, bersama jemaat, beliau membeli tanah seluas membeli tanah seluas 636 ha dan membangun Canaan Land.
Mengajarkan jemaatnya hidup di atas Firman Tuhan, bertutur-turut dapat terbangun dibangun Faith Tabernacle, Faith Academy, Sekolah TK-SMA, Covenant University berkapasitas 5000 orang dengan asrama mahasiswa, dosen, guru, anak-anak sekolah, rumah pembantu dan staf pengabdi serta rumah penginapan hamba-hamba Tuhan. Mereka membangun rumah sakit dan klinik, juga dibangun bank yang bernama Omega Bank
Mereka membangun gedung perpustakaan terbesar di Afrika. Bukan hanya itu, mereka memiliki kantin kampus berkapasitas 9000 orang dan kantin sekolah berkapasitas 3000 orang. Mereka juga membangun pabrik roti dan supermarket, pom bensin, dan 250 bus antar jemput jemaat. Belum termasuk gedung utama untuk kebaktian dengan 3 pintu gerbang : iman, pengharapan, dan kasih yang berkapasitas 50.000 tempat duduk. Selain itu, ada ruangan khusus untuk kebaktian Youth berkapasitas 3000 orang.
Oyedepo mengatakan bahwa semua hasil di atas adalah bukti nyata kasih Allah atas umat-Nya. Percaya bahwa semua manusia perlu diubahkan, Oyedepo berfokus pada nilai-nilai Alkitabiah dan percaya bahwa umat Allah harus mampu melakukan perkara-perkara besar dan menjadi solusi bagi banyak masalah yang kini dihadapi. Tewrmasuk pengangguran, kemiskinan dan kebodohan yang menjurus pada kemerosotan moral. Oyedepo telah membuktikan bahwa Allah tetap bergerak menjalankan rencana-Nya atas umat-Nya. Kini, usia 51 tahun beliau telah memperoleh bermacam penghargaan di bidang kemanusiaan dan pengajaran.
Sabtu, 16 Februari 2008
Langganan:
Komentar (Atom)