Apakah saudara ingin selalu berhasil? O….tentu, pasti itu! Berhasil dalam studi, pelayanan, rumah tangga, usaha, pekerjaan, dsb! Tapi keinginan seperti itu apakah realistis? Mungkinkah kita berhasil didalam segala hal yang kita kerjakan? Baiklah kita simak kesaksian berikut ini. ..... TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.( Kej 39:2-4). Kesaksian hidup Yusuf membuktikan bahwa untuk dapat selalu berhasil bukanlah sebuah kemustahilan.Modal utama yang membuat Yusuf selalu berhasil terungkap dari pernyataan Firaun sbb: “Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kej 41:38-41). Jadi modal utama Yusuf adalah hidup yang penuh dengan Roh Allah, hidup oleh Roh dan hidup dipimpin Roh Allah.
Lalu bagaimana dengan kita pada jaman sekarang, apakah keberhasilan Yusuf dapat juga menjadi bagian kita? Pasti..! Karena Roh Allah yang memenuhi Yusuf adalah Roh yang sama, yaitu Roh Kudus, yang telah mendiami bahkan memenuhi setiap kita, anakNya. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu yaitu Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- (I Kor 6:19). Karya dan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupannya telah membuat Yusuf mampu mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya sehingga mencapai prestasi puncak, demikian juga Daniel, dia berhasil pada jamannya. Padahal Yusuf maupun Daniel hidup ditengah situasi lingkungan yang serba tidak mendukun
g, sebagai pribadi bekas budak dan tawanan perang.
Kesempatan, tantangan dan prestasi seperti yang dimiliki Yusuf maupun Daniel, terbentang luas bagi kita gerejaNya jaman sekarang. Oleh kasih karuniaNya mari terus berjuang membangun manusia rohani yang semakin peka dan selaras dengan segala rancangan yang ingin direalisasikan melalui kehidupan saudara dan saya. Mari terus bergaul dengan Roh Kudus dengan sikap hati yang penuh rasa hormat, mengasihi dan kesediaan untuk menaati pimpinanNya secara total. Jangan membuatNya berduka. Bersama Roh Kudus kita pasti dapat berhasil. Amin!(Pdt. Eka Anugerah Adi)