Jumat, 05 Desember 2008

Rp 3.000,-

"Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya." (Matius 18:27)

Beberapa waktu yang lalu saya ingin pergi ke suatu tempat, dengan naik angkot, sebenarnya jarak yang dituju tidak jauh tetapi saat saya turun supirnya meminta ongkos tidak seperti dari biasanya. Saya bersikeras membayar dengan harga biasa, tetapi ia juga bersikeras. Jadi saya mesti membayar Rp3.000,- lebih mahal. Saya kesal karena merasa ditipu. Namun Tuhan mengingatkan, "Pantaskah kamu kesal karena uang Rp3.000,-?" Saya pikir rugi juga marah karena hal sepele. Namun, tak berhenti di situ. Tuhan mengingatkan saya lagi untuk mengampuni orang tadi. Dalam hati saya tidak terima, karena saya yang dirugikan. Orang itu juga tidak minta maaf. Apa saya mesti mengampuninya?

Matius 18:21-35 mencatat pengajaran Yesus mengenai pengampunan. Seorang hamba tak mampu membayar utangnya yang besar kepada raja dan meminta waktu untuk melunasinya (ayat 26). Sang raja, dengan penuh belas kasihan membebaskan dan menghapus utangnya (ayat 27). Sayang, si hamba—yang sudah menerima belas kasihan, tidak menunjukkan belas kasihan pada sesamanya. Karena itu raja murka dan menghukumnya.

Kita sebetulnya seperti hamba yang berutang banyak. Bapa tidak menuntut kita membayar utang dosa kita yang begitu besar. Dia justru membebaskan kita. Akan tetapi, kita kerap tidak menyadari pengampunan yang sudah kita terima. Kita masih sering tak mau mengampuni saat ada orang yang bersalah, menipu, dan menyakiti kita. Sekalipun orang lain tak pernah meminta maaf, ingatlah Allah sudah menyatakan belas kasih-Nya kepada kita. Mari tunjukkan belas kasih pula kepada orang lain

DOSA TERBESAR PUN SUDAH TUHAN HAPUSKAN ,

KESALAHAN SEBESAR APAKAH YANG TAK DAPAT SAYA MAAFKAN ???

Senin, 06 Oktober 2008

Jalan Dengan Keong


Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat,

keong sudah berusaha keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya,
Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf,
Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan!
Mengapa ? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh?
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan

sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini
yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah engkau berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati

God Bless You
(Pengirim: nn)

Jumat, 19 September 2008

Bintang-bintang


Ku mau hidup seturut kehendakMu
Mengerjakan keslamatan yang telah Kau beri
Biarlah hidupku menjadi jawaban
Bagi setiap orang yang membutuhkan

Kumau bercahaya bagaikan bintang-bintang
ditengah kegelapan terpancar terang kasih Tuhan
Kumau cahaya bermegah dalam Dia
Menyaksikan kemurahan Tuhan
Mencritakan perbuatan Tuhan
Kurindu hidup slalu bercahaya dalam kemuliaanNya

Setiap harga yang harus kubayar
Telah menjadikan aku dewasa dalamMu
Berikanlah hatiMu didalamku
Agar hidupku hanya untuk memuliakanMu

Menjadi alatmu itu rinduMu padaku
FirmanMu yang menjagaku
Berikanku kuasa tuk genapi rencanaMu
Sampai bumi ini penuh kemuliaanMu

Minggu, 29 Juni 2008

Utus Aku

Seseorang yang menjadi utusan tentulah seorang yang cakap mewakili pengutusnya. Ia adalah seorang pilihan yang dapat menyampaikan pesan dari pengutusnya secara tepat dan tidak memalukan.
Kita adalah utusan-utusan Tuhan. Kemana kita diutus-Nya? Kita diutus ke kampus, lingkungan, keluarga, bangsa ini dan bahkan bangsa-bangsa.
Yesaya 61:1-4 menyebutkan tugas-tugas yang Tuhan mau untuk kita lakukan (Yes 61:1-4). Singkatnya, tugas kita adalah menyatakan kebenaran dan kebaikan Tuhan bagi orang-orang di sekeliling kita. Mereka bisa siapa saja, bisa teman sebangku kita, teman yang dikucilkan di kampus kita, tetangga kita yang kurang mampu bahkan supir angkot yang biasa kita naiki.
Untuk itu, pastikan kebaikan hati kita diketahui semua orang (Flp 4:5) karena kita adalah utusan-Nya. Marilah kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang berkata: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh 4:34).(Rade)

Sabtu, 16 Februari 2008

Mengubah Afrika dengan Firman Allah

Siapa yang tidak kenal Afrika? Negara yang terletak di belahan bumi bagian selatan ini selalu identik dengan kemiskinan, perang sudara dan tentu saja tingkat kriminalitas dan penggunaan obat bius yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut membuat banyak orang lupa bahwa benua yang dihuni oleh sepertujuh dari penduduk bumi ( kedua terbesar setelah Asia)ini juga sangat berharga di mata Tuhan.

Perasaan yang sama juga terdapat di hati David O. Oyedepo. Dengan hati yang menyala-nyala , hamba Tuhan yang satu ini bertekat untuk mengubah komunitasnya. Lahir pada tanggal 27 September , 1954 dan memperoleh gelar Phd dari Universitas Honolulu di Hawaii, USA. Dengan jurusan Human Development, tidak tanggung-tanggung Oyedepo mengambil Afrika, tanah kelahirannya sebagai pengabdian hidupnya.

Memulai pelayanan pada tahun 1981, Oyedepo telah terlibat secara aktif dalam transformasi di Afrika. Setelah mengambil langkah iman, bersama jemaat, beliau membeli tanah seluas membeli tanah seluas 636 ha dan membangun Canaan Land.

Mengajarkan jemaatnya hidup di atas Firman Tuhan, bertutur-turut dapat terbangun dibangun Faith Tabernacle, Faith Academy, Sekolah TK-SMA, Covenant University berkapasitas 5000 orang dengan asrama mahasiswa, dosen, guru, anak-anak sekolah, rumah pembantu dan staf pengabdi serta rumah penginapan hamba-hamba Tuhan. Mereka membangun rumah sakit dan klinik, juga dibangun bank yang bernama Omega Bank

Mereka membangun gedung perpustakaan terbesar di Afrika. Bukan hanya itu, mereka memiliki kantin kampus berkapasitas 9000 orang dan kantin sekolah berkapasitas 3000 orang. Mereka juga membangun pabrik roti dan supermarket, pom bensin, dan 250 bus antar jemput jemaat. Belum termasuk gedung utama untuk kebaktian dengan 3 pintu gerbang : iman, pengharapan, dan kasih yang berkapasitas 50.000 tempat duduk. Selain itu, ada ruangan khusus untuk kebaktian Youth berkapasitas 3000 orang.

Oyedepo mengatakan bahwa semua hasil di atas adalah bukti nyata kasih Allah atas umat-Nya. Percaya bahwa semua manusia perlu diubahkan, Oyedepo berfokus pada nilai-nilai Alkitabiah dan percaya bahwa umat Allah harus mampu melakukan perkara-perkara besar dan menjadi solusi bagi banyak masalah yang kini dihadapi. Tewrmasuk pengangguran, kemiskinan dan kebodohan yang menjurus pada kemerosotan moral. Oyedepo telah membuktikan bahwa Allah tetap bergerak menjalankan rencana-Nya atas umat-Nya. Kini, usia 51 tahun beliau telah memperoleh bermacam penghargaan di bidang kemanusiaan dan pengajaran.

Jumat, 25 Januari 2008

TUHAN BERDALIH

Langkah pertama untuk menuju kegagalan adalah alasan. Kita tidak akan menjadi pecundang, sampai ketika kita menggunakan alasan. Banyak hal yang akan membuat kita berhenti melayani Tuhan. Sibuk, malas, kecewa, dan masih banyak lagi segudang alasan. Bagaimana bila yang melakukan hal tersebut adalah Allah? Dengan alasan sibuk (dan juga kecewa), Allah tidak memperdulikan doa kita (wajar saja , toh Allah punya jutaan umat yang harus dilayani). Atau Allah langsung memberi hukuman setiap kesalahan yang kita lakukan? (bisa menghemat ribuan jam pelayanan konseling serta pemulihan,lho).

Kita dapat belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan , apabila kita tidak sibuk membuat alasan. Ketika seorang pemenang membuat kesalahan, ia berkata ‘saya salah”. Namun apabila pecundang membuat kesalahan; ia berkata “itu bukan salah saya”. Apakah kita akan mengucapkan “saya salah’ bila terjadi kesalahan dalam kehidupan rohani kita, atau sibuk membuat alasan seperti pecundang?


Kata tidak bisa biasanya berarti kita tidak akan mencoba.

Kata tidak bisa melemahkan tekad kita.

Tidak bisa adalah musuh utama untuk menjadi berhasil dalam setiap perkara yang kita hadapi.

Allah memberikan kemampuan untuk mengerjakan segala tugas yang dipercayakan kepada kita. Bila terjadi sesuatu kesalahan atau apa yang kita inginkan tidak terjadi, saatnya untuk berdiam diri dan mencari wajah Tuhan. Bukan untuk berhenti, tetapi meminta penyertaan Tuhan untuk melakukan lebih lagi. Lagi dan lagi.

Berhenti membuat alasan! KEEP FORWARD! (Ijoel)

Mengenal Allah : Allah telah memberikan segala sesuatu untuk

membantu kita menyelesaikan pelayanan kita.

Tetap kuat : Filipi 2: 14-15

Bertindak : Saya tidak pernah memberi dan menerima alasan

(Florence Nightingale)

Kharisma atau Pengaruh?

Tujuan pelayanan adalah menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengerti akan panggilan Allah dalam hidup mereka. Panggilan Allah perlu disampaikan kepada mahasiswa dengan cara yang sesuai dengan dunia mahasiswa. Sehingga dibutuhkan pelayan-pelayan yang cakap mengajar dan dapat dipercaya. Cakap mengajar bicara tentang hati Allah, kemampuan belajar dan di ajar, memahami panggilan dan kemampuan komunikasi yang baik, sedangkan dapat dipercaya bicara tentang gaya hidup, teladan, karakter dan komitmen.

Seringkali yang terjadi adalah pelayanan yang ada tidak dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa akan nilai-nilai di atas. Sebaliknya sistem yang digunakanpun terkadang tidak tentu arah sehingga yang ada hanyalah pelayan-pelayan yang lelah dari waktu ke waktu , dari generasi ke generasi, tanpa mengalami pertumbuhan iman dan kebangunan rohani. Hasilnya , pemimpin (baca : kampus leader)yang diangkat merasa beban kesuksesan pelayanan berada di pundaknya. Hal ini mengharuskan ia berpikir keras dan berusaha tanpa henti untuk menghasilkan kesuksesan. Untuk menyenangkan semua orang, ia berlari ( terkadang tanpa tujuan) dan menghabiskan tenaga( tidak punya sumber daya ilahi dan hikmat Allah) yang pada akhirnya menghasilkan kelelahan atau terluka dan kecewa (kelesuan rohani) dan harus diganti (pembelaan diri sendiri karena merasa sudah melakukan bagiannya)

Apa yang bisa diharapkan dari pelayan yang mengalami hal-hal seperti di atas? Pelayanan yang dihasilkanpun akan terasa datar dan tumpul , padahal Allah menginginkan adanya satu pasukan yang lebih dari pemenang. Yang lebih mengecewakan adalah para pemimpin memilih ‘jalan damai’ alias mementingkan figur dirinya sebagai pemimpin ketimbang berlelah-lelah berdoa dan berpuasa agar rekan-rekan yang dilayani mengalami terobosan rohani.

Text Box: Pemimpin kampus yang seharusnya memberi pengaruh terjebak dalam keadaan kehilangan tujuan.    Hal-hal di atas membuat para campus leader lebih mementingkan charisma (penampilan luar) daripada pengaruh (penampilan dalam). Daripada mereka mengakui kelemahan mereka , maka mereka malah lebih menyukai tidak ada satupun intervensi atas pelayananan mereka. Bahkan termasuk intervensi Allah.

Gejala di atas membuat roh kepemimpinan yang Tuhan sudah berikan menjadi sia-sia. Sebaliknya iblis semakain meraja lela karena para campus leader menjadi sulit untuk fokud pada visi yang Allah berikan pada setiap kampus ( Tanpa visi , maka umatKu binasa-

Jadi apa yang harus dilakukan para Campus Leader?

1. Yakinkan diri anda bahwa anda dipilih Tuhan (Yoh 15 :16)

Anda dipilih, dan yang memilih anda tidak tanggung-tanggung Allah semesta alam. Dan panggilannya jelas, Tuhan ingin agar anda dan DIA menjadi rekan sekerja untuk memenuhi Amanat Agung ( Mat 28 : 19-20)

2. Dapatkan hati Tuhan (1 Sam 15 : 22)

Jangan mengulang dosa yang dilakukan bangsa Israel. Mereka berkali-kali melakukan pelanggaran , namun tidak juga bertobat. Dengan bertobat, maka kita akan mendapatkan hati Tuhan. 1 Samuel 15 : 22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

3. Dapatkan visi Allah ( Ams 29: 18)

Tidak ada satupun pekerjaan yang bisa kita selesaikan tanpa visi Allah. Para Campus Leader harus benar-benar mengerti, bahwa mereka mengerjakan pekerjaan Tuhan. Jadi jelas, pelayanan tanpa tujuan adalah sia-sia bahkan cenderung menjadi bulan-bulanan iblis.

4. Bertindaklah ! (I Tim 4 : 12)

Begitu mendapat visi, dan anda telah yakin bahwa pelayanan ini tujuannya memuliakan Allah, maka langkah selanjutnya adalah langkah iman. Walaupun minim pengalaman atau kurang pemahaman, Allah sangat berkenan apabila para Campus Leader bersedia ditegur,diajar dan tetap berusaha melakukan yang terbaik.

So, tunggu apalagi para Campus Leader, bertindaklah!