Tujuan pelayanan adalah menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengerti akan panggilan Allah dalam hidup mereka. Panggilan Allah perlu disampaikan kepada mahasiswa dengan cara yang sesuai dengan dunia mahasiswa. Sehingga dibutuhkan pelayan-pelayan yang cakap mengajar dan dapat dipercaya. Cakap mengajar bicara tentang hati Allah, kemampuan belajar dan di ajar, memahami panggilan dan kemampuan komunikasi yang baik, sedangkan dapat dipercaya bicara tentang gaya hidup, teladan, karakter dan komitmen.
Seringkali yang terjadi adalah pelayanan yang ada tidak dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa akan nilai-nilai di atas. Sebaliknya sistem yang digunakanpun terkadang tidak tentu arah sehingga yang ada hanyalah pelayan-pelayan yang lelah dari waktu ke waktu , dari generasi ke generasi, tanpa mengalami pertumbuhan iman dan kebangunan rohani. Hasilnya , pemimpin (baca : kampus leader)yang diangkat merasa beban kesuksesan pelayanan berada di pundaknya. Hal ini mengharuskan ia berpikir keras dan berusaha tanpa henti untuk menghasilkan kesuksesan. Untuk menyenangkan semua orang, ia berlari ( terkadang tanpa tujuan) dan menghabiskan tenaga( tidak punya sumber daya ilahi dan hikmat Allah) yang pada akhirnya menghasilkan kelelahan atau terluka dan kecewa (kelesuan rohani) dan harus diganti (pembelaan diri sendiri karena merasa sudah melakukan bagiannya)
Apa yang bisa diharapkan dari pelayan yang mengalami hal-hal seperti di atas? Pelayanan yang dihasilkanpun akan terasa datar dan tumpul , padahal Allah menginginkan adanya satu pasukan yang lebih dari pemenang. Yang lebih mengecewakan adalah para pemimpin memilih ‘jalan damai’ alias mementingkan figur dirinya sebagai pemimpin ketimbang berlelah-lelah berdoa dan berpuasa agar rekan-rekan yang dilayani mengalami terobosan rohani.
Hal-hal di atas membuat para campus leader lebih mementingkan charisma (penampilan luar) daripada pengaruh (penampilan dalam). Daripada mereka mengakui kelemahan mereka , maka mereka malah lebih menyukai tidak ada satupun intervensi atas pelayananan mereka. Bahkan termasuk intervensi Allah.
Gejala di atas membuat roh kepemimpinan yang Tuhan sudah berikan menjadi sia-sia. Sebaliknya iblis semakain meraja lela karena para campus leader menjadi sulit untuk fokud pada visi yang Allah berikan pada setiap kampus ( Tanpa visi , maka umatKu binasa-
Jadi apa yang harus dilakukan para Campus Leader?
Anda dipilih, dan yang memilih anda tidak tanggung-tanggung Allah semesta alam. Dan panggilannya jelas, Tuhan ingin agar anda dan DIA menjadi rekan sekerja untuk memenuhi Amanat Agung ( Mat 28 : 19-20)
Jangan mengulang dosa yang dilakukan bangsa
Tidak ada satupun pekerjaan yang bisa kita selesaikan tanpa visi Allah. Para Campus Leader harus benar-benar mengerti, bahwa mereka mengerjakan pekerjaan Tuhan. Jadi jelas, pelayanan tanpa tujuan adalah sia-sia bahkan cenderung menjadi bulan-bulanan iblis.
Begitu mendapat visi, dan anda telah yakin bahwa pelayanan ini tujuannya memuliakan Allah, maka langkah selanjutnya adalah langkah iman. Walaupun minim pengalaman atau kurang pemahaman, Allah sangat berkenan apabila para Campus Leader bersedia ditegur,diajar dan tetap berusaha melakukan yang terbaik.
1 komentar:
artikel yang sangat membangun...
membuat saya bertanya sudah kah saya berdampak ke sekeliling saya..dan memacu saya utk selalu berdampak dmnpun saya berada...utk itulah Yesus ada didalam kita semua...
Tuhan memberkati
maju terus Forward Generation...!!
-Septi-
Posting Komentar