Langkah pertama untuk menuju kegagalan adalah alasan. Kita tidak akan menjadi pecundang, sampai ketika kita menggunakan alasan. Banyak hal yang akan membuat kita berhenti melayani Tuhan. Sibuk, malas, kecewa, dan masih banyak lagi segudang alasan. Bagaimana bila yang melakukan hal tersebut adalah Allah? Dengan alasan sibuk (dan juga kecewa), Allah tidak memperdulikan doa kita (wajar saja , toh Allah punya jutaan umat yang harus dilayani). Atau Allah langsung memberi hukuman setiap kesalahan yang kita lakukan? (bisa menghemat ribuan jam pelayanan konseling serta pemulihan,lho).
Kita dapat belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan , apabila kita tidak sibuk membuat alasan. Ketika seorang pemenang membuat kesalahan, ia berkata ‘saya salah”. Namun apabila pecundang membuat kesalahan; ia berkata “itu bukan salah saya”. Apakah kita akan mengucapkan “saya salah’ bila terjadi kesalahan dalam kehidupan rohani kita, atau sibuk membuat alasan seperti pecundang?
Kata tidak bisa biasanya berarti kita tidak akan mencoba.
Kata tidak bisa melemahkan tekad kita.
Tidak bisa adalah musuh utama untuk menjadi berhasil dalam setiap perkara yang kita hadapi.
Allah memberikan kemampuan untuk mengerjakan segala tugas yang dipercayakan kepada kita. Bila terjadi sesuatu kesalahan atau apa yang kita inginkan tidak terjadi, saatnya untuk berdiam diri dan mencari wajah Tuhan. Bukan untuk berhenti, tetapi meminta penyertaan Tuhan untuk melakukan lebih lagi. Lagi dan lagi.
Berhenti membuat alasan! KEEP FORWARD! (Ijoel)
Mengenal Allah : Allah telah memberikan segala sesuatu untuk
membantu kita menyelesaikan pelayanan kita.
(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar