Kamis, 22 Januari 2009

Roh Kudus Menjadikan Kita Berhasil

Apakah saudara ingin selalu berhasil? O….tentu, pasti itu! Berhasil dalam studi, pelayanan, rumah tangga, usaha, pekerjaan, dsb! Tapi keinginan seperti itu apakah realistis? Mungkinkah kita berhasil didalam segala hal yang kita kerjakan? Baiklah kita simak kesaksian berikut ini. ..... TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.( Kej 39:2-4). Kesaksian hidup Yusuf membuktikan bahwa untuk dapat selalu berhasil bukanlah sebuah kemustahilan.
Modal utama yang membuat Yusuf selalu berhasil terungkap dari pernyataan Firaun sbb: “Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kej 41:38-41). Jadi modal utama Yusuf adalah hidup yang penuh dengan Roh Allah, hidup oleh Roh dan hidup dipimpin Roh Allah.

Lalu bagaimana dengan kita pada jaman sekarang, apakah keberhasilan Yusuf dapat juga menjadi bagian kita? Pasti..! Karena Roh Allah yang memenuhi Yusuf adalah Roh yang sama, yaitu Roh Kudus, yang telah mendiami bahkan memenuhi setiap kita, anakNya. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu yaitu Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- (I Kor 6:19). Karya dan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupannya telah membuat Yusuf mampu mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya sehingga mencapai prestasi puncak, demikian juga Daniel, dia berhasil pada jamannya. Padahal Yusuf maupun Daniel hidup ditengah situasi lingkungan yang serba tidak mendukung, sebagai pribadi bekas budak dan tawanan perang.

Kesempatan, tantangan dan prestasi seperti yang dimiliki Yusuf maupun Daniel, terbentang luas bagi kita gerejaNya jaman sekarang. Oleh kasih karuniaNya mari terus berjuang membangun manusia rohani yang semakin peka dan selaras dengan segala rancangan yang ingin direalisasikan melalui kehidupan saudara dan saya. Mari terus bergaul dengan Roh Kudus dengan sikap hati yang penuh rasa hormat, mengasihi dan kesediaan untuk menaati pimpinanNya secara total. Jangan membuatNya berduka. Bersama Roh Kudus kita pasti dapat berhasil. Amin!
(Pdt. Eka Anugerah Adi)

Jumat, 05 Desember 2008

Rp 3.000,-

"Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya." (Matius 18:27)

Beberapa waktu yang lalu saya ingin pergi ke suatu tempat, dengan naik angkot, sebenarnya jarak yang dituju tidak jauh tetapi saat saya turun supirnya meminta ongkos tidak seperti dari biasanya. Saya bersikeras membayar dengan harga biasa, tetapi ia juga bersikeras. Jadi saya mesti membayar Rp3.000,- lebih mahal. Saya kesal karena merasa ditipu. Namun Tuhan mengingatkan, "Pantaskah kamu kesal karena uang Rp3.000,-?" Saya pikir rugi juga marah karena hal sepele. Namun, tak berhenti di situ. Tuhan mengingatkan saya lagi untuk mengampuni orang tadi. Dalam hati saya tidak terima, karena saya yang dirugikan. Orang itu juga tidak minta maaf. Apa saya mesti mengampuninya?

Matius 18:21-35 mencatat pengajaran Yesus mengenai pengampunan. Seorang hamba tak mampu membayar utangnya yang besar kepada raja dan meminta waktu untuk melunasinya (ayat 26). Sang raja, dengan penuh belas kasihan membebaskan dan menghapus utangnya (ayat 27). Sayang, si hamba—yang sudah menerima belas kasihan, tidak menunjukkan belas kasihan pada sesamanya. Karena itu raja murka dan menghukumnya.

Kita sebetulnya seperti hamba yang berutang banyak. Bapa tidak menuntut kita membayar utang dosa kita yang begitu besar. Dia justru membebaskan kita. Akan tetapi, kita kerap tidak menyadari pengampunan yang sudah kita terima. Kita masih sering tak mau mengampuni saat ada orang yang bersalah, menipu, dan menyakiti kita. Sekalipun orang lain tak pernah meminta maaf, ingatlah Allah sudah menyatakan belas kasih-Nya kepada kita. Mari tunjukkan belas kasih pula kepada orang lain

DOSA TERBESAR PUN SUDAH TUHAN HAPUSKAN ,

KESALAHAN SEBESAR APAKAH YANG TAK DAPAT SAYA MAAFKAN ???

Senin, 06 Oktober 2008

Jalan Dengan Keong


Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat,

keong sudah berusaha keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya,
Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf,
Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan!
Mengapa ? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh?
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan

sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini
yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah engkau berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati

God Bless You
(Pengirim: nn)

Jumat, 19 September 2008

Bintang-bintang


Ku mau hidup seturut kehendakMu
Mengerjakan keslamatan yang telah Kau beri
Biarlah hidupku menjadi jawaban
Bagi setiap orang yang membutuhkan

Kumau bercahaya bagaikan bintang-bintang
ditengah kegelapan terpancar terang kasih Tuhan
Kumau cahaya bermegah dalam Dia
Menyaksikan kemurahan Tuhan
Mencritakan perbuatan Tuhan
Kurindu hidup slalu bercahaya dalam kemuliaanNya

Setiap harga yang harus kubayar
Telah menjadikan aku dewasa dalamMu
Berikanlah hatiMu didalamku
Agar hidupku hanya untuk memuliakanMu

Menjadi alatmu itu rinduMu padaku
FirmanMu yang menjagaku
Berikanku kuasa tuk genapi rencanaMu
Sampai bumi ini penuh kemuliaanMu

Minggu, 29 Juni 2008

Utus Aku

Seseorang yang menjadi utusan tentulah seorang yang cakap mewakili pengutusnya. Ia adalah seorang pilihan yang dapat menyampaikan pesan dari pengutusnya secara tepat dan tidak memalukan.
Kita adalah utusan-utusan Tuhan. Kemana kita diutus-Nya? Kita diutus ke kampus, lingkungan, keluarga, bangsa ini dan bahkan bangsa-bangsa.
Yesaya 61:1-4 menyebutkan tugas-tugas yang Tuhan mau untuk kita lakukan (Yes 61:1-4). Singkatnya, tugas kita adalah menyatakan kebenaran dan kebaikan Tuhan bagi orang-orang di sekeliling kita. Mereka bisa siapa saja, bisa teman sebangku kita, teman yang dikucilkan di kampus kita, tetangga kita yang kurang mampu bahkan supir angkot yang biasa kita naiki.
Untuk itu, pastikan kebaikan hati kita diketahui semua orang (Flp 4:5) karena kita adalah utusan-Nya. Marilah kita meneladani sikap Tuhan Yesus yang berkata: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh 4:34).(Rade)

Sabtu, 16 Februari 2008

Mengubah Afrika dengan Firman Allah

Siapa yang tidak kenal Afrika? Negara yang terletak di belahan bumi bagian selatan ini selalu identik dengan kemiskinan, perang sudara dan tentu saja tingkat kriminalitas dan penggunaan obat bius yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut membuat banyak orang lupa bahwa benua yang dihuni oleh sepertujuh dari penduduk bumi ( kedua terbesar setelah Asia)ini juga sangat berharga di mata Tuhan.

Perasaan yang sama juga terdapat di hati David O. Oyedepo. Dengan hati yang menyala-nyala , hamba Tuhan yang satu ini bertekat untuk mengubah komunitasnya. Lahir pada tanggal 27 September , 1954 dan memperoleh gelar Phd dari Universitas Honolulu di Hawaii, USA. Dengan jurusan Human Development, tidak tanggung-tanggung Oyedepo mengambil Afrika, tanah kelahirannya sebagai pengabdian hidupnya.

Memulai pelayanan pada tahun 1981, Oyedepo telah terlibat secara aktif dalam transformasi di Afrika. Setelah mengambil langkah iman, bersama jemaat, beliau membeli tanah seluas membeli tanah seluas 636 ha dan membangun Canaan Land.

Mengajarkan jemaatnya hidup di atas Firman Tuhan, bertutur-turut dapat terbangun dibangun Faith Tabernacle, Faith Academy, Sekolah TK-SMA, Covenant University berkapasitas 5000 orang dengan asrama mahasiswa, dosen, guru, anak-anak sekolah, rumah pembantu dan staf pengabdi serta rumah penginapan hamba-hamba Tuhan. Mereka membangun rumah sakit dan klinik, juga dibangun bank yang bernama Omega Bank

Mereka membangun gedung perpustakaan terbesar di Afrika. Bukan hanya itu, mereka memiliki kantin kampus berkapasitas 9000 orang dan kantin sekolah berkapasitas 3000 orang. Mereka juga membangun pabrik roti dan supermarket, pom bensin, dan 250 bus antar jemput jemaat. Belum termasuk gedung utama untuk kebaktian dengan 3 pintu gerbang : iman, pengharapan, dan kasih yang berkapasitas 50.000 tempat duduk. Selain itu, ada ruangan khusus untuk kebaktian Youth berkapasitas 3000 orang.

Oyedepo mengatakan bahwa semua hasil di atas adalah bukti nyata kasih Allah atas umat-Nya. Percaya bahwa semua manusia perlu diubahkan, Oyedepo berfokus pada nilai-nilai Alkitabiah dan percaya bahwa umat Allah harus mampu melakukan perkara-perkara besar dan menjadi solusi bagi banyak masalah yang kini dihadapi. Tewrmasuk pengangguran, kemiskinan dan kebodohan yang menjurus pada kemerosotan moral. Oyedepo telah membuktikan bahwa Allah tetap bergerak menjalankan rencana-Nya atas umat-Nya. Kini, usia 51 tahun beliau telah memperoleh bermacam penghargaan di bidang kemanusiaan dan pengajaran.

Jumat, 25 Januari 2008

TUHAN BERDALIH

Langkah pertama untuk menuju kegagalan adalah alasan. Kita tidak akan menjadi pecundang, sampai ketika kita menggunakan alasan. Banyak hal yang akan membuat kita berhenti melayani Tuhan. Sibuk, malas, kecewa, dan masih banyak lagi segudang alasan. Bagaimana bila yang melakukan hal tersebut adalah Allah? Dengan alasan sibuk (dan juga kecewa), Allah tidak memperdulikan doa kita (wajar saja , toh Allah punya jutaan umat yang harus dilayani). Atau Allah langsung memberi hukuman setiap kesalahan yang kita lakukan? (bisa menghemat ribuan jam pelayanan konseling serta pemulihan,lho).

Kita dapat belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan , apabila kita tidak sibuk membuat alasan. Ketika seorang pemenang membuat kesalahan, ia berkata ‘saya salah”. Namun apabila pecundang membuat kesalahan; ia berkata “itu bukan salah saya”. Apakah kita akan mengucapkan “saya salah’ bila terjadi kesalahan dalam kehidupan rohani kita, atau sibuk membuat alasan seperti pecundang?


Kata tidak bisa biasanya berarti kita tidak akan mencoba.

Kata tidak bisa melemahkan tekad kita.

Tidak bisa adalah musuh utama untuk menjadi berhasil dalam setiap perkara yang kita hadapi.

Allah memberikan kemampuan untuk mengerjakan segala tugas yang dipercayakan kepada kita. Bila terjadi sesuatu kesalahan atau apa yang kita inginkan tidak terjadi, saatnya untuk berdiam diri dan mencari wajah Tuhan. Bukan untuk berhenti, tetapi meminta penyertaan Tuhan untuk melakukan lebih lagi. Lagi dan lagi.

Berhenti membuat alasan! KEEP FORWARD! (Ijoel)

Mengenal Allah : Allah telah memberikan segala sesuatu untuk

membantu kita menyelesaikan pelayanan kita.

Tetap kuat : Filipi 2: 14-15

Bertindak : Saya tidak pernah memberi dan menerima alasan

(Florence Nightingale)